Mengenal Apa Itu Break Even Point?

Mengenal Apa Itu Break Even Point?

Setiap orang yang membangun sebuah usaha pasti mengharapkan keuntungan. Demi mencapai hal tersebut, banyak orang yang akan berusaha untuk melakukan segala cara agar bisnisnya mampu bertahan dan bersaing dengan kompetitor. Salah satunya dengan pemanfaatan teknologi seperti menggunakan aplikasi kasir terbaik yang dapat membantu mempermudah sebuah usaha, khususnya yang memiliki target pasar B2C, untuk melakukan sebuah transaksi penjualan.

Nah, ketika berbicara soal keuntungan usaha, pastinya Anda tidak akan lepas dari pembicaraan soal break even point atau BEP. Mengapa demikian? Mari kita ulas lebih lanjut mengenai istilah tersebut!

Mengenal Apa Itu BEP?

Di Indonesia, BEP sering juga diartikan sebagai titik impas, di mana ketika sebuah usaha sudah menyentuh titik ini maka selanjutnya usaha tersebut hanya akan mendapatkan keuntungan. Mengapa? Sebab, BEP merupakan titik di mana hasil penjualan sebuah usaha telah berhasil menutup seluruh biaya operasional. Setelah biaya operasional telah kembali, maka penjualan selanjutnya secara penuh merupakan keuntungan bagi pelaku usaha.

Sebagai contoh mudahnya, mungkin Anda sering melihat usaha makanan yang memberikan diskon besar-besaran pada saat menjelang tutup. Hal ini tidak akan merugikan pelaku usaha jika penjualan cukup bagus sebelum waktunya diskon. Sebab, pengembalian atas seluruh biaya operasional yang dikeluarkan oleh pelaku usaha telah kembali pada saat penjualan di harga normal. Jadi, ketika menjual dengan harga diskon sekali pun, seluruh pemasukan dari penjualan tersebut adalah berupa keuntungan.

Rumus Menghitung BEP

BEP bisa dihitung berdasarkan mata uang (rupiah) maupun berdasarkan unit (jumlah produk). Untuk menghitung rumus BEP dibutuhkan 5 poin utama, yaitu:

  • Biaya tetap. Semua biaya yang secara rutin keluar dan bersifat statis, meskipun usaha tersebut sedang tidak memproduksi atau melakukan penjualan.
  • Biaya variable. Semua biaya yang bersifat fleksibel di mana jumlahnya akan selalu berubah tergantung pada berbagai hal, termasuk jumlah barang yang diproduksi.
  • Harga jual. Harga jual per unit dari sebuah produk yang berasal dari keseluruhan total biaya untuk menghasilkan satu unit ditambahkan dengan keuntungan yang ingin didapatkan.
  • Total jumlah pendapatan yang diperoleh dari penjualan, berasal dari perkalian jumlah unit yang terjual dengan harga jual per unit.
  • Keuntungan yang didapatkan dari hasil penjualan, yaitu pengurangan dari pendapatan dengan total biaya (biaya tetap ditambah biaya variabel).

Untuk menghitung BEP, Anda harus menentukan terlebih dulu apakah ingin menghitung berdasarkan unit atau mata uang atau nominal. Rumus yang digunakan yaitu:

Unit

BEP =

Mata uang atau Nominal

BEP =

Dengan melakukan perhitungan BEP, maka perusahaan bisa lebih mudah menentukan kapasitas produksi minimal agar bisa mendapatkan keuntungan. Selain itu, juga bisa menentukan target penjualan minimal yang harus tercapai untuk melewati batas BEP ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *