Brain tumor atau tumor otak adalah kumpulan massa sel abnormal di otak. Tumor otak dapat bersifat ganas (kanker/maligna) ataupun jinak (bukan kanker/benigna). Walaupun demikian, keduanya berpotensi mengancam jiwa. Tengkorak memiliki struktur yang sangat kaku, jadi jika ada pertumbuhan tumor di dalam ruang terbatas tersebut maka dapat menimbulkan peningkatan tekanan di dalam tengkorak. Hal ini yang dapat menyebabkan kerusakan otak dan dapat mengancam jiwa. Untuk memastikan kondisi yang dialami adalah brain tumor, maka perlu melaksanakan serangkaian pemeriksaan. Jika sudah jelas kondisi tersebut adalah tumor otak, maka penting untuk segera konsultasi terkait brain tumor treatment Surabaya.
1. Wawancara
Wawancara digunakan untuk mencari tahu apakah selama ini ada keluhan kesehatan. Jika ada keluhan kesehatan, dokter dapat menanyakan terkait sejak kapan keluhan tersebut, apakah sering muncul, berapa lama durasi keluhan tersebut saat muncul, bagaimana rasanya, apakah menjalar ke area lain, dan penanganan apa yang telah dilakukan. Secara umum, kondisi yang akan ditanyakan oleh dokter ialah riwayat kesehatan terdahulu dan kondisi kesehatan saat ini.
2. Pemeriksaan Fisik dan Neurologis
Pemeriksaan fisik dan neurologis merupakan langkah awal yang dilakukan dokter untuk mendeteksi kemungkinan adanya tumor otak. Dokter mungkin saja melakukan pemeriksaan fisik dari kepala hingga kaki. Namun, pada kecurigaan terhadap tumor otak, dokter akan mengevaluasi:
- Fungsi saraf: Mengecek refleks, koordinasi, kekuatan otot, keseimbangan, kemampuan sensorik, dan respons terhadap rangsangan.
- Penglihatan dan pendengaran: Untuk mendeteksi adanya gangguan yang dapat disebabkan oleh tekanan pada saraf tertentu di otak.
- Tes ingatan dan fungsi kognitif: Untuk mengamati apakah ada gangguan pada memori atau pemahaman.
3. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang adalah pemeriksaan dengan menggunakan suatu alat
- MRI
MRI adalah pemeriksaan pencitraan utama untuk mendeteksi tumor otak. Pemeriksaan MRI menghasilkan gambar otak dengan sangat rinci dan dapat menunjukkan lokasi, ukuran, serta sifat tumor.
- Computed Tomography (CT) Scan
CT scan menggunakan sinar-X untuk menghasilkan gambar otak dalam bentuk lapisan, yang membantu dokter dalam mendeteksi keberadaan tumor, terutama bila MRI tidak memungkinkan.
- Positron Emission Tomography (PET) Scan (jika diperlukan)
PET scan menggunakan zat radioaktif dalam jumlah kecil untuk memantau aktivitas metabolik sel-sel di otak. Tumor otak biasanya menunjukkan aktivitas metabolik yang tinggi, sehingga PET scan dapat membantu menentukan apakah tumor tersebut dalam kategori jinak atau ganas. PET juga sering digunakan untuk mengidentifikasi penyebaran tumor atau untuk memantau respons terhadap terapi.
- Biopsi otak
Biopsi adalah prosedur pengambilan sampel jaringan tumor untuk dianalisis di laboratorium untuk membantu menentukan jenis tumor otak (jinak atau ganas) dan karakteristiknya.
- Angiografi Otak (jika tumor dekat dengan pembuluh darah)
Angiografi otak menggunakan zat kontras yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah dan diikuti dengan pencitraan (biasanya menggunakan sinar-X) untuk melihat aliran darah ke otak dan struktur pembuluh darah di sekitar tumor. Angiografi membantu menilai apakah tumor mempengaruhi pembuluh darah di otak atau memerlukan pembedahan yang melibatkan pembuluh darah.
- Pemeriksaan Cairan Serebrospinal (Lumbal Pungsi) (jika ada kecurigaan penyebaran kanker)
Lumbal pungsi ialah prosedur pemeriksaan yang dilakukan dengan mengambil cairan serebrospinal (CSF) dari sekitar sumsum tulang belakang. Pemeriksaan ini mungkin saja dilakukan jika dicurigai adanya tumor ganas atau kanker yang menyebar ke otak karena pemeriksaan cairan ini dapat mendeteksi sel kanker atau tanda-tanda infeksi dan peradangan.
- EEG (untuk evaluasi kejang atau aktivitas abnormal)
EEG mengukur aktivitas listrik otak dan dapat membantu mendeteksi adanya gelombang listrik abnormal yang sering terjadi pada pasien dengan tumor otak, terutama jika pasien mengalami kejang. Meskipun EEG tidak secara langsung mendiagnosis tumor, hasilnya bisa membantu dalam evaluasi kondisi otak secara keseluruhan.
- Tes Genetik atau Molekuler
Pada beberapa kasus tes molekuler atau genetik pada jaringan tumor dapat dianjurkan untuk mengetahui mutasi genetik atau karakteristik molekuler spesifik dari tumor agar penentuan jenis terapi menjadi lebih efektif, terutama pada tumor yang sulit ditangani.
- Magnetic Resonance Angiography (MRA)
MRA adalah jenis MRI khusus yang memberikan gambaran pembuluh darah di otak. Pemeriksaan ini sangat berguna jika tumor berada di dekat pembuluh darah utama, membantu dokter dalam merencanakan pembedahan dengan aman.
Berbagai pemeriksaan dilakukan untuk menentukan lokasi, ukuran, jenis, dan karakteristik tumor, yang sangat penting dalam merencanakan tindakan selanjutnya, seperti pembedahan, terapi radiasi, atau kemoterapi. Untuk semua pemeriksaan, tindakan, dan perawatan brain tumor treatment Surabaya sebaiknya dilakukan oleh tenaga ahli agar terasa lebih nyaman dan aman.